Senin, 20 Juli 2015

Aplikasi #FIRSTAIDPMI: PANDUAN PRAKTIS PERTOLONGAN PERTAMA


Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat tentu mengalami berbagai kejadian yang bersentuhan dengan masalah kecelakaan. Baik dalam masalah terkilir atau terluka ketika melakukan aktivitas. Untuk itu, PMI menyediakan aplikasi mobile berbasis android yang berisi materi-materi mengenai pertolongan pertama, bernama PMI – FirstAid.

Apa itu Aplikasi First Aid?
Aplikasi First Aid adalah aplikasi berbasis android yang berisi materi-materi untuk memudahkan seseorang melakukan tindakan pertolongan pertama dasar bila menghadapai kondisi darurat disekitarnya


Apa Saja Fitur di dalam Aplikasi Ini?

* Pelajari
Berisi informasi dan pembelajaran tentang penyakit-penyakit yang sering timbul termasuk kondisi darurat dikarenakan penyakit / kondisi tertentu

* Bersiaplah
Berisi tentang informasi dan pembelajaran pada kondisi bencana / menyiapkan diri pada kondisi bencana termasuk pengurangan risikonya

* Darurat
Berisi tentang informasi/tindakan yang harus dilakukan pada saat menghadapi kondisi darurat

 * Ujian
Dalam menu ini pengguna diajak untuk menguji pengetahuan tentang pertolongan pertama

 * Info Lainnya
Berisi tentang Aplikasi ini termasuk informasi tentang PMI dan kegiatan/layanannya, bagaimana membeli Tas PP, bagaimana menjadi relawan PMI, dan info lainnya.

Bagaimana Mendownload Aplikasi ini?
 
Aplikasi dapat langsung di download (gratis) melalui toko aplikasi google : play.google.com atau   dengan kata kunci: PMI First Aid atau melalui link : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cube.gdpc.idn

 #AplikasiFirstAid : Panduan Praktis Pertolongan Pertama! Instal sekarang!



Source:: PMI ::

Selasa, 05 Mei 2015

About Palang Merah Remaja


*Apa itu PMR?
Pengertian PMR (Palang Merah Remaja) adalah wadah kegiatan remaja di sekolah atau Lembaga pendidikan formal dalam kepalangmerahan melalui program Ekstra Kurikuler.

*Apakah Manajemen PMR itu?
Manajemen PMR merupakan proses pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI agar dapat mendukung peningkatan kapasitas organisasi dan pelayanan PMI. Tujuan dari manajemen PMR adalah untuk membangun dan membangun dan mengembangkan karakter PMR yang berpoman pada prinsip kepalangmerahan untuk menjadi relawan masa depan.

*Perekrutan
Perekrutan adalah peningkatan jumlah anggota dan kelompok PMR melalui proses promosi, pendaftaran, dan wawancara. Perekrutan dilakukan minimal setahun sekali pada bulan Juli – Agustus.
Syarat untuk menjadi anggota PMR adalah :

1. WNI atau WNA yang sedang berdomisili di
Indonesia.
2. Berusia 7-20 tahun dan belum menikah.
3. Berpendidikan setingkat SD, SLTP dan SLTA.
4. Bersedia mengikuti pelatihan dan pendidikan dasar
kepalangmerahan.
5. Mendapat persetujuan orang tua/wali.
6. Menyerahkan formulir pendaftaran ke Pembina
PMR di sekolah.

*Macam-macam kelompok PMR dikelompokan menjadi 3 yaitu:


1. PMR Mula    :: Ditingkat SD/usia 7-12 Tahun
2. PMR Madya :: Ditingkat SLTP/usia 12-16 Tahun
3. PMR Wira    :: Ditingkat SLTA/usia 16-20 Tahun

*Tri Bhakti PMR
Setelah rekruitmen kemudian mengikuti orientasi dan pelatihan dasar PMR di sekolah, Anda dapat terlibat dalam berbagai kegiatan, antara lain :

1. Pengumpulan bantuan di sekolah untuk korban
Bencana.
2. Bhakti sosial dengan kunjungan ke Rumah Sakit
atau Panti Jompo/asuhan untuk perawatan
keluarga, gerakan kebersihan lingkungan, dlsb.
3. Ikut gerakan kakek/nenek angkat asuh
4. Ikut pelatihan remaja sebaya di bidang kesehatan
remaja dan HIV/AIDS.
5. Donor darah siswa
6. Seni (majalah dinding, lomba-lomba)
7. Pertukaran album, program persahabatan remaja
palang merah regional/internasional
8. Jumbara (Jumpa Bakti Gembira) PMR.

Ruang lingkup kegiatan PMR ini dikenal dengan “Tri Bakti Remaja”, yang meliputi :

1. Berbakti pada masyarakat
2. Mempertinggi keterampilan & memelihara kebersihan dan kesehatan
3. Mempererat persahabatan nasional & internasional.

*Pelatihan






Pelatihan ditujukan untuk menguatkan karakter anggota PMR untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat dan menjadi relawan, anggota PMR tidak hanya tahu dan terampil tapi juga perlu memahami dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam proses pelatihan. Materi dalam pelatihan PMR meliputi : Gerakan Kepalangmerahan, Kepemimpinan, Pertolongan Pertama, Sanitasi dan kesehatan, Kesehatan remaja, Kesiapsiagaan bencana dan Donor Darah.

*Pemantauan & Evaluasi

Pemantauan dan evaluasi adalah proses berkelanjutan dan melekat pada keseluruhan siklus. Memerlukan waktu untuk memantau bagaimana mereka melakukan kegiatan, apa yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan menjawab kebutuhan mereka, merupakan sebagian dari tahapan pemantauan dan evaluasi, yang jika tidak dilakukan menunjukkan ketidakpedulian PMI terhadap kualitas anggota,kegiatan, dan Tri Bhakti yang sedang dilakukan.

*Pengakuan & Penghargaan



Pengakuan dan penghargaan bertujuan untuk :

1. Memotivasi PMR agar tetap bersama dengan PMI
2. Memberikan rasa bangga dan kesadaran akan kualitasnya bahwa meskipun masih remaja mereka dapat berperan untuk kemanusiaan
3. Meningkatkan kepercayaan diri dan komitmen
4. Meningkatkan kualitas kegiatan kepalangmerahan


Source :: PMI Kota Surakarta ::

Senin, 04 Mei 2015

Relawan

*Apakah Relawan itu?
Relawan adalah orang yang tanpa dibayar menyediakan
waktunya untuk mencapai tujuan organisasi, dengan tanggung-jawab yang besar atau terbatas, tanpa atau dengan sedikit latihan khusus, tetapi dapat pula dengan latihan yang sangat intensif dalam bidang tertentu, untuk bekerja sukarela membantu tenaga profesional.

*Apakah Manajemen Relawan itu ?
Manajemen relawan merupakan proses pembinaan dan pengembangan anggota relawan PMI agar dapat mendukung peningkatan kapasitas organisasi dan pelayanan PMI. Relawan di sini terbagai menjadi dua, yakni Tenaga Sukarela (TSR) dan Korps Sukarela (KSR).

A. Korps Sukarela (KSR)
KSR merupakan kesatuan atau unti dalam perhimpunan PMI, yang merupakan wadah pengabdian bagi Anggota Biasa dan pribadi-pribadi yang atas kesadaran sendiri menyatakan diri menjadi anggota KSR,
serta memenuhi persyaratan berikut :
1. WNI atau WNA yang sedang berdomisili di Indonesia
2. Berusia minimal 20 tahun
3. Berpendidikan minimal SLTP/Sederajat
4. Bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan
5. Bersedia menjalankan tugas kepalangmerahan
secara terorganisir  Mentaati peraturan yang berlaku.

Bagaimana bergabung menjadi anggota KSR PMI Bila persyaratan di atas sudah terpenuhi, daftarkan diri ke kantor PMI setempat. Anda dapat bergabung menjadi anggota KSR Unit markas tersebut atau unti instansi jika anda karyawan dari suatu perusahaan tersebut. Namun jika Anda mahasiswa perguruan tinggi dapat menghubungi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menangani kepalangmerahan dan bergabung menjadi KSR PMI Perguruan Tinggi.
Pendidikan dan Pelatihan KSR PMI Pendidikan dan pelatihan dilaksanakan sesuai dengan paket kurikulum Pelatihan Dasar, dan jika lulus dapat melanjutkan ke Pelatihan Spesialisasi sesuai minat dan kemampuan dalam rangka memenuhi kompetensi sebagai relawan yang mampu melakukan Kegiatan pelayanan Teknis Kepalangmerahan.

*Kagiatan KSR PMI (Kota Surakarta)
1. Donor darah sukarela
2. Pertolongan pertama dan evakuasi pada
kecelakaan, bencana dan konflik.
3. Dapur Umum, penampungan darurat, distribusi
relief, “Tracing and Mailing” untuk korban bencana.
4. Pelayanan pada program bebasis masyrakat
(CBFA/CBDP)
5. Layanan Konseling dan Pendidikan Remaja Sebaya
(PRS), Pendidikan wanita Sebaya (PWS) untuk
pencegahan sebaran HIV/AIDS dan narkoba dengan
pendekatan.
6. Ketrampilan hidup
7. Temu karya KSR
8. Pembinaan PMR

B. Tenaga Sukarela (TSR)
Tenaga sukarela (TSR) merupakan anggota PMI yang direkrut dari perseorangan dari kalangan masyarakat yang berlatar belakang profesi atau memiliki ketrampilan tertentu, misalnya dokter, ahli gizi, sanitasi, akuntan, logistic, teknisi, pertanian, jurnalis, seniman/artis, teknologi komunikasi, guru,dlsb.
Kalangan professional berminat ingin bergabung dengan PMI dapat menghubungi Markas PMI atau Daerah setempat kemudian mengikuti Orientasi kepalangmerahan, sebelum dilibatkan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Mereka akan direkrut bilamana, PMI mempunyai program kegiatan pelayanan yang memerlukan tenaga relawan dengan spesifikasi yang terkait, untuk ditugaskan di lokasi operasi kemanusiaan tersebut.

Syarat menjadi Anggota TSR PMI :
1. Warga Negara Indonesia yang bertaqwa kepada
Tuhan YME
2. Setia kepada Pancasila dan UUD 1945
3. Usia minimal 18 tahun dan serendahnya tamat
SMP/ sederajat
4. Atas kesadaran dan kemauan sendiri bersedia
mendaftarkan diri
5. Memiliki keterampilan/keahlian/profesi tertentu
yang dapat mendukung tugas dan kegiatan PMI
6. Memiliki kesanggupan secara mental dan fisik.
7. Bersedia menjalankan ketentuan organisasi PMI
dan menjaga nama baik PMI
8. Bersedia mengabdikan diri di PMI minimal untuk
tiga tahun ke depan
9. Bersedia mengikuti orientasi kepalangmerahan

Bagi warga negara Asing yang berminat menjadi Relawan PMI (TSR) syaratnya :
1. Warga negara asing yang telah memenuhi
ketentuan perundang-undangan yang berlaku di
Indonesia (punya dokumen keimigrasian yang
jelas)
2. Bersedia mengikuti orientasi kepalangmerahan
3. Atas kesadran dan kemauan sendiri
4. Bersedia menaati peraturan organisasi yang
berlaku dan menjaga nama baik PMI
Dalam manejemen Relawan juga memiliki siklus
manejemen relawan, meliputi : Rekruitmen, Pelatihan,
Penugasan, Pengakuan dan Penghargaan, serta
Monitoring dan Evaluasi.


Source :: PMI Kota Surakarta ::

Hymne PMI


Hymne PMI

Palang Merah Indonesia
Wujud kepedulian nyata
Nurani yang suci
Untuk membantu menolong sesama

PMI
Siaga setiap waktu
Berbakti dan mengabdi
Bagi hidup manusia
Agar sehat sejahtera diseluruh dunia

untuk lagunya silahkan Download Disini

Senin, 13 April 2015

Lagu Pop PMI


Pesan Cinta Untuk Kita
Berkorban Demi Manusia
Pesan Damai Untuk Semua
Hidup Dalam #Kemanusiaan

(reff)
PMI PMI Misi Damai Dunia
Palang Merah Indonesia
Cinta Damai Dunia

PMI PMI Misi Damai Dunia
Palang Merah Indonesia
Cinta Damai Dunia 

untuk lagunya silahkan Download disini

Jumat, 03 April 2015

Lebih Tahu Tentang Luka


Kita sudah sering mendengar kata luka, mungkin sebagian dari kamu sudah pernah terluka. Tapi, apakah sudah tahu apa itu luka?
Luka adalah rusaknya jaringan lunak baik didalam maupun luar bagian tubuh. Luka paling jelas terjadi pada kulit.

*KLASIFIKASI LUKA
Luka dapat dikelompokan menjadi 2 (dua), yakni:
1. Luka Terbuka
Umumnya kerusakan jaringan lunak ini darah keluar dari pembuluh darah sehingga terjadi perdarahan. Luka terbuka terjadi bila kulit rusak dan terlihatnya darah
contoh:
- Luka lecet
- Luka sayat
- Luka robek
- Luka tusuk
- Luka sobek
- Amputasi

2. Luka Tertutup
Luka tertutup yaitu bila darah tidak terlihat.
Contoh:
- Memar
- Benjol
- Remuk

*MENGAPA PERLU MENGGUNAKAN PENUTUP LUKA?
Bila ada luka yang berdarah, sebaiknya luka dibersihkan dengan antiseptik kemudian ditutup. Penutup luka ini penting karena mempunyai fungsi sebagai berikut.
- Membantu menghentikan perdarahan
- Mencegah kuman masuk kedalam luka

*APA SAJA YANG BISA DIGUNAKAN UNTUK MENUTUP LUKA?
- Kasa steril
- Penutup kain kasa
- Penutup berperakat
- Penutup buatan sendiri

*TENTANG PEMBALUT LUKA


Agar penutup luka tidak terlepas dari tempatnya, maka gunakan pembalut luka untuk menahannya.
Kegunaan pembalut untuk membantu menghentikan perdarahan.

Fungsi pembalut Luka:
- Penekan untuk menghentikan perdarahan
- Mempertahankan penutup luka pada tempatnya
- Menjadi penopang bagian tubuh yang cedera.
Beberapa contoh Pembalut Luka:
- Pembalut gulung (perban)
- Pembalut segitiga (mittela)
- Pembalut rekat (plester)

*PEDOMAN DALAM MENUTUP DAN MEMBALUT LUKA
Penutupan Luka:
- Penutup luka harus meliputi seluruh permukaan luka
- Bersihkan luka sebelum ditutup.
Pembalutan Luka:
- Jangan membalut terlalu kencang dan terlalu longgar
- Jangan biarkan ujung sisa pembalut terurai
- Khusus pada anggota gerak pembalutan dilakukan dari bawah keatas (kearah jantung)
- Lakukan pembalutan dalam posisi yang diinginkan.

* APA YANG HARUS KITA LAKUKAN SAAT KITA ATAU TEMAN KITA TERLUKA???
Sebelum melakukan penanganan, kita pastikan dulu jenis lukanya apakah terbuka atau tertutup.
Untuk luka terbuka, penanganan yang dilakukan:
1. Pastikan daerah luka terlihat
2. Bersihkan daerah sekitar luka
3. Cegah terjadinya infeksi
4. Lakukan penutupan luka dan pembalutan
5. Baringkan korban
6. Tenangkan korban
7. Rujuk ke fasilitas kesehatan

Sedangkan untuk luka tertutup, khususnya memar penangananya yakni:
1. Beri kompres dingin pada memar
2. Tekan memar dengan menggunakan kompres dingin
3. Bila terjadi pada alat gerak, maka tinggikan lebih tinggi dari jantung.


Source:: Buku PP Madya

Penilaian Korban

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN KETIKA MENEMUKAN KORBAN?

Tindakan Penilaian korban terdiri dari:
1. Penilaian Keadaan
Pada saat sampai dilokasi kejadian hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menilai keadaan sekitar. Apakah aman atau tidak bagi dirinya. Jika ragu lebih baik meminta bantuan kepada orang dewasa.

2. Penilaian Dini
Langkah ini digunakan untuk menentukan korban karena penyakit atau cedera. Pada penyakit sebaiknya minta bantuan kepada orang lain.
Setelah itu langkah yang kita lakukan adalah:
a. Memeriksa respon
Ada 4 tingkatan respon korban, yaitu:
1. Awas
2. Suara
3. Nyeri
4. Tidak respon
selalu ingat ASNT.
b. Memastikan jalan napas terbuka dengan baik, jika korban tidak respon, gunakanlah teknik angkat dagu dan tekan dahi.
c. Untuk menilai pernapasan
Setelah jalan napas bejalan dengan baik maka penolong harus menilai pernapasan korban dengan cara:
- Lihat
- Dengar
- Rasakan.
d) Menilai denyut nadi


sebelum melakukannya, kita lihat dahulu kondisi korban apakah sadar atau tidak sadar. Jika sadar, cara yang digunakan adalah dengan meraba nadi pergelangan tangan (radial). Sedangkan bagi korban yang tidak sadar, nadi yang diperiksa adalah bagian leher (carotis).
e. Hubungi bantuan
Usahakan untuk segera meminta bantuan rujukan. Kita bisa meminta bantuan kepada orang lain atau melakukannya sendiri. Misalnya dengan telepon.

3. Pemeriksaan Fisik
Tindakan ini melibatkan penglihatan, perabaan dan pendengaran.
Tanda apa saja yang perlu kita temukan saat melakukan pemeriksaan fisik???
1. Apakah ada Perubahan Bentuk pada bagian tubuh si korban?
2. Apakah ada Luka Terbuka (terlihat jelas) pada tubuh si korban?
3. Apakah korban merasakan Nyeri saat bagian tubuhnya kita raba atau tekan?
4. Apakah ada Bengkak pada tubuh korban?

agar lebih mudah mengingatnya, kita menyebut tanda-tanda tersebut dengan istilah PLNB.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut kondisi korban, perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki.
1. Kepala
- Telinga
- Hidung
- Mata
- Mulut
2. Leher
3. Dada
4. Perut
5. Punggung
6. Panggul
7. Anggota gerak atas dan bawah pada pemeriksaan anggota gerak selain PLNB juga lakukan pemeriksaan gerakan sensasi sirkulasi (GSS).


Source:: Buku PP Madya