Minggu, 14 September 2014

HUT PMI ke 69 @Solo




  Solo, Minggu Pagi yang cerah sekitar pukul 06.00 WIB dengan udara yang sejuk, beberapa anggota PMR dari sebagian Sekolah di Kota Surakarta ikut berpatisipasi dalam menjelang HUT PMI yang ke 69 untuk PMR tingkat Madya seperti SMPN 1 Surakarta dan SMPN 25 Surakarta, ikut memeriahkan acara. ''Totalitas Tanpa Batas Untuk Kemanusiaan''
Diacara ini diajarkan tentang materi kemanusiaan seperti: Bahaya Rokok,dll, cek Golongan Darah, dan Donor Darah GRATIS.


                      Sebelum memulai Acara, setiap masing-masing Sekolah Menunjukan yel-yel.


                      Setelah Menunjukan yel-yel dari tiap-tiap sekolah, Jogett dulu.... :D




 
                     Di acara ini juga bisa berfoto dengan karakter tokoh-tokoh Super Hero.


       
                   Berjalan mengelilingi Jalan Slamet Riyadi dengan membawa Poster-poster tentang kemanusiaan


 
     Dan jangan lupa untuk Selfienya, diacara ini juga ada foto selfie bareng, dan masih ada keseruan lainya...


                               Untuk acara Terakhir menyanyikan lagu Mars PMI dengan Semangat !


Sekian Untuk Artikel tentang acara HUT PMI 69 di kota Surakarta, untuk dikota kalian  bagaimana ?
Terimakasih atas Kunjungannya. :)

Jumat, 12 September 2014

Pendarahan


Pendarahan berat maupun ringan jika tidak segera dirawat bisa berakibat fatal. Bila pendarahan terjadi, penting bagi penolong untuk menghentikannya secepat mungkin. Ada dua jenis pendarahan:
a.) Pendarahan luar(Pendarahan dari luka), dan
b.) Pendarahan dalam (Pendarahan didalam tubuh).
Pendarahan dalam lebih berbahaya dan lebih sulit untuk diketahui daripada pendarahan luar. Oleh karena itu tanda-tanda berikut harus diperhatikan.

*Cara Penanganan Pendarahan dalam:
a.) Baringkan korban dengan nyaman dan longgarkan pakaian yang ketat.
b.) Angkat dan tekuk kakinya kecuali ada bagian yang retak.
c.) Segera cari bantuan medis.
d.) Jangan memberikan makan atau minuman.
e.) Perhatikan korban setiap saat kalau dia mengalami syok.

*Cara Penanganan pendarahan luar:
a.) Baringkan korban dalam posisi pemulihan, kecuali ada luka di dada.
b.) Periksa apakah luka berisi benda asing atau tulang yang menonjol, jika ada tulang yang menonjol jangan sentuh luka, tapi jika tidak ada segera tekan luka untuk mengontrol pendarahan sampai menemukan perban.
c.) Balut luka dengan erat.
d.) Angkat bagian tubuh yang terluka lebih tinggi dari posisi jantung.
e.) Ganti perban jika telah basah dengan darah, jangan terburu-buru melepas perban walau pendarahan berhenti untuk menghindari terjadinya hal yang tak terduga.

f.) Jangan memberikan makanan atau minuman kepada korban yang mengalami pendarahan.
g.) Segera cari bantuan medis.

Cara menghentikan pendarahan:
a. Angkat bagian tubuh yang terluka.
b. Tekan bagian yang terluka dengan kain bersih, jika tidak ada gunakan tangan anda.
c. Tetap tekan bagian tubuh yang terluka sampai pendarahan terhenti.
Bila tekanan pada luka dan pengangkatan tidak juga menghentikan pendarahan, lanjutkan dengan memberikan tekanan ke titik tekanan diantara jantung luka, lepaskan titik tekanan tersebut bila pendarahan berhenti.
Titik tekanan:
- Lengan : di bagian dalam lengah tengah diantara bahu dan siku.
- Kaki : titik tengah lipatan diantara paha dan badan (penekanan urat nadi pada tulang memperlambat aliran darah).

* Pembalut pembungkus luka
Luka perlu dibalut/diperban untuk mengendalikan pendarahan. Mengencangkan perban dan bantalan dapat mengurangi atau mencegah pembengkakan. Menyangga kaki atau sendi dapat meredakan nyeri dan mencegah pergeseran pada kaki atau sendi.
Dalam keadaan darurat, bisa menggunakan kain bersih, sarung bantal, dll. Untuk membalut. Jangan terlalu kencang, pembengkakan, pucat atau biru pada jari tangan dan kaki, juga rasa kaku,terjepit,nyeri dan nadi tidak lancar di bagian bawah perban menandakan bahwa pembalut harus dilonggarkan.

Minggu, 24 Agustus 2014

Mars PMI SMPN 25 Surakarta

 Video Mars PMI SMPN 25 Surakarta,
            
                                                           ~SELAMAT MENONTON~
 

                                             
Palang Merah Indonesia
Sumber kasih umat manusia
Warisan luhur, nusa dan bangsa
Wujud nyata pengayom Pancasila

Gerak juangnya keseluruh nusa
Mendarmakan bhakti bagi ampera
Tunaikan tugas suci tujuan PMI
Di Persada Bunda Pertiwi

Untuk umat manusia
Di seluruh dunia
PMI menghantarkan jasa...

Minggu, 17 Agustus 2014

Mimisan



Mimisan (epitaksis) umumnya terjadi bila pembuluh darah dalam lubang hidung pecah akibat pukulan pada hidung, bersih kelewat keras, mengorek hidung, membuang lender. Bisa juga karena iritasi atau keringnya lapisan selaput dalam hidung akibat lingkungan kering.

Sebagian besar mimisan dapat berhenti dengan pertolongan sederhana atau bahkan berhenti sendiri.

*Penyebab Mimisan
1. Penyebab paling sering adalah benturan atau kebiasaan mengkorek-korek hidung.
2. Udara panas dan kering menyebabkan selaput lendir hidung menjadi kering dan pecah.
3. Sekat hidung yang bengkok, menyebabkan aliran udara kurang baik. Akibatnya selaput lendir hidung menjadi kering dan pecah.
4. Pilek dan Alergi. Peradangan di rongga hidung dan membuang ingus terlalu keras dapat menyebabkan mimisan.
5. Mencium bahan kimia, Misal.: asam sulfat,bensin,ammonia.
6. Kadang-kadang mimisan adalah gejala penyakit darah, misalnya: kurang trombosit, kurang faktor pembekuan, leukemia, dan lain2. Pada penyakit-penyakit Tersebut, sering ada gejala lain misal: pucat,biru2 di kulit, dll.
7. Mimisan pada orang dewasa, dapat disebabkan merokok, tekanan darah tinggi, alkohol, atau makan obat yang mengencerkan darah.
8. Anak yang minum obat yang mengandung asetosal dan ibuprofen juga dapat mengalami mimisan karena darah menjadi kurang cepat membeku.

*Mencegah mimisan
1. Jangan mengkorek-korek hidung.
2. Jangan membuang ingus keras-keras.
3. Hindari asap rokok atau bahan kimia lain.
4. Gunakan pelembab ruangan bila cuaca terlalu kering.
5. Gunakan tetes hidung NaCI atau air garam steril untuk membasahi hidung
6. Hindari benturan pada hidung.

*Pertolongan pada mimisan



1. Duduk, agar hidung anak lebih tinggi dari jantung.
2. Membungkuk ke depan sedikit, dan bernafas dari mulut.
3. Jangan tidur terlentang. Aliran darah kehidung bertambah deras, dan darah dapat tertelan kebelakang.
4. Tekan hidung selama 5 menit. Yang ditekan adalah seluruh bagian depan cuping hdung, tepat di atas lubang hidung.
5. Tangan yang lain dapat digunakan untuk memberi kompres dingin menggunakan es pada tulanang hidung, untuk memperlambat aliran darah ke hidung.
6. Bila setelah 5 menit masih berdarah, tekan lagi selama 10 menit
7. Kalau masih tetap berdarah, bawalah korban ke ruang gawat darurat rumah sakit.
8. Bila sudah sering mengalami mimisan, dapat meminta campuran lidokain 4% untuk mengurangi nyeri dan epinefrin 1 : 10.000 untuk mempercepat darah berhenti. Pemasangan selama 10-15 menit seringkali sudah cukup. Semprotan hidung oxymetazoline 0.05% juga dapat membantu.

NB:
Bagaimana dengan daun sirih? Daun sirih merupakan astringent, yang berfungsi menciutkan pembuluh darah. Daun sirih dapat menolong, tetapi sterilitasnya kurang terjaga. Mimisanya sembuh tetapi mengalami infeksi. Lebih baik dengan cara Tekan dengan jari akan lebih aman.

Semoga infonya bisa Bermanfaat !

Kamis, 14 Agustus 2014

Hari Berbagi bersama PMI

~Galeri Foto
                                       
                                                   Hari Berbagi bersama PMI

sumber: www.smpn25ska.sch.id

Rabu, 13 Agustus 2014

Lagu dan lirik Mars PMI



Palang Merah Indonesia
Sumber kasih umat manusia
Warisan luhur, nusa dan bangsa
Wujud nyata pengayom Pancasila

Gerak juangnya keseluruh nusa
Mendarmakan bhakti bagi ampera
Tunaikan tugas suci tujuan PMI
Di Persada Bunda Pertiwi

Untuk umat manusia
Di seluruh dunia
PMI menghantarkan jasa...

Lagu yang pertama kali dikumandangkan tahun 1967 ini adalah ciptaan Mochtar H. S. yang adalah seorang tokoh PMI yang terkemuka waktu itu. Lagu ini juga menandai pembentukan Palang Merah Remaja (PMR) Kudus. PMR Kudus merupakan yang kedua di Indonesia setelah Bandung. Bisa dibayangkan, PMI Kudus pada masa itu adalah cabang terkemuka di Indonesia.

Untuk Lagunya silahkan  Download Disini

Sabtu, 09 Agustus 2014

Keracunan



Racun adalah sesuatu yang meskipun dalam jumlah kecil apabila masuk ke dalam tubuh dapat menimbulkan kerusakan jaringan tubuh, sehingga mengganggu kesehatan, menyebabkan kecelakaan, bahkan dapat membawa kematian.

*Macam dan cara masuknya racun
Jenis racun dapat dibedakan berdasarkan cara masuknya racun ke dalam tubuh sampai menimbulkan keracunan, yaitu melalui:
- Saluran nafas
- Kulit
- Luka
- Saluran pencernaan
Gejala-gejala orang yang terkena gas beracun:
a.) Banyak keluar air mata
b.) Banyak keluar air liur
c.) Batuk-batuk
d.) Sakit kepala
e.) Perasaan lemas/kram
f.) Muka merah pada keracunan gas monoksida
g.) Pingsan

*Pertolongan pertama pada keracunan gas
Dalam memberi pertolongan, penolong harus waspada agar ia sendiri tidak kena gas beracun, tindakan yang harus dilakukan:
a.) Pindahkan korban ke tempat yang bebas dari gas beracun, tidurkan terlentang dan selimuti.
b.) Bila pingsan tolonglah seperti pada pertolongan pingsan. (lihat artikel pingsan di blog ini)
c.) Bila perlu beri pernafasan buatan.
d.) Segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.

*Pertolongan pertama pada keracunan lewat kulit
Jika racun masuk ke dalam tubuh melalui kulit.
Maka pertolongan pertama pada keracunan melalui kulit harus segera diberikan, jika memungkinkan tentukan lebih dulu jenis bahan kimia beracun yang masuk dan usahakan agar tidak tersentuh, siramlah bagian tubuh korban yang terkena bahan racun dengan air bersih paling sedikit 15 menit. Langkah selanjutnya, lepaskan pakaian yang dikenakan, berikut sepatu, perhiasan, dan benda-benda lain yang terkena racun.
Jangan mengoleskan minyak, mentega atau pasta natrium bikarbonat pada kulit yang terkena racun, kecuali diperintahkan oleh petugas kesehatan yang hadir disitu.

*Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan
a.) Untuk mengurangi kekuatan racun, berikan air putih sebanyak-banyaknya atau diberi susu yang telah dicampur dengan telur mentah.
b.) Agar perut terbebas dari racun, berikan norit dengan dosis 3-4 tablet selama 3 kali berturut-turut dalam setiap jamnya.
c.) Air santan kental dan air kelapa hijau yang dicampur 1 sendok makan garam dapat menjadi alternatif jika norit tidak tersedia.
d.) Jika penderita dalam kondisi sadar, usahakan agar muntah.
Lakukan dengan cara memasukan jari pada kerongkongan leher dan posisi badan lebih tinggi dari kepala untuk memudahkan kontraksi.
e.) Apabila penderita dalam keadaan pingsan, bawa segera ke rumah sakit atau dokter/clinic terdekat untuk mendapatkan perawatan insentif.

Semoga Artikel bisa Bermanfaat ! Terimakasih.